Teman Seperjuangan
Di sebuah sekolah menengah sederhana di tengah kota, ada seorang siswa bernama Gaza yang saat itu baru saja memasuki tingkat kelas yang paling rendah disekolah itu, kelas VII.disana gaza belum memiliki cukup banyak teman di karenakan dirinya sangat susah bergaul di tempat baru, umurnya saat itu baru 14 tahun.umur yang sudah cukup dewasa untuk anak yang baru menginjak kelas 1 smp.dia memiliki seorantg teman yang memiliki sikap tak jauh beda dari dirinya, fiky kayobi, seorang teman sekaligus sahabat dekat yang menemani kesehrian gaza di sekolah itu, postur tubuhnya yang sedang dan tidak terlalu besar, membuat dirinya terlihat lemah di mata orang, tapi sikap dan perilakunya sangat tidak mencerminkan postur tubuhnya dirinya sangat pintar dari segi pelajaran dan kekreativan.
pada suatau hari, di saat mereka telah melaksanakan pembelajaran KBM di sekolah dan hendak pulang, ada sebuah suara gaduh di luar kelas,kayobi yng tidak begitu memperhatikan hal tersebut hanya mempersiapkan diri untuk perjalanan pulang, Tiba-tiba masuklah seorang teman sekelasnya dengan wajah yang sedih dan marah yang diakibatkan dari temannya yang mengejek fisiknya, Teman itu bernama Efendi dia melangkah dengan raut wajah yang sedih dan akhirnya terduduk di lantai, gaza memperhatikan semua gerak-geriknya sedari tadi, lama-kelamaan gaza melihat air mata yang tercucur dari mata efendi,melihat teman sekelasnya menangis dirinyapun memutuskan untuk meminta kayobi pulang lebih dulu, kayobi yang saat itu mengetahui maksud gaza pun langsung menyalaminya dan berpamitan untuk pulang.
Gaza kembali memandang efendi yang sudah tenggelam dalam kesedihannya, Efendi adalah seorang siswa yang kalem di sekolah itu, Postur tubuhnya sama seperti gaza tapi tubuhnya lebih ramping jika dibandingkan dengan gaza, mereka memiliki selisih 1 tahun yang di mana efendi lebih muda dari gaza, gaza duduk disamping efendi sambil mengelus punggungnya saat itu, gaza memutuskan untuk mengajaknya mengobrol ringan sambil membahas alasan mengapa efendi menjadi seperti itu, waktu berlalu begitu cepat, hingga telah tiba waktuya untuk gaza pulang, sambil meminta efendi untuk pulang, gaza merogoh tasnya mencari sesuatu.
Ketika tangan gaza keluar dari tasnya tanganya sudah mengenggam sebuah roti yang masih dibungkus oleh plastik dan menyondorkan roti itu kepada efendi sebagai tanda bahwa gaza memberikannya kepada Efendi, Efendi awlnya menolak roti pembarian gaza, tapi karena gaza sudah berniat sejak awal untuk memberikan roti itu kepada efendi. maka efenipun menerimanya sambil mengucapkan terimakasih, gaza pun beerdiri dan hendak berpamitan kepada efendi, belum sempat dia berucap, efendi sudah berdiri dan berniat ikut pulang bersama.
Dari sanalah gaza memiliki teman yang sepemikiran walaupun mereka baru berteman, mereka sudah banyak memiliki kenangan bersama, selama 2 tahun lamanya mereka berteman akhirnya mereka memutuskan untuk memiluih cita-cita yang ingin mereka raih bersama yaitu sebagai abdi negara
No comments:
Post a Comment